Text
Seni ikat celup pada berbagai benda interior dan busana
Seni ikat celup berasal dari Timur Jauh, diperkirakan dikenal sejak 3000 tahun sebelum Masehi, terdapat orang Roma yaitu salah satu bangsa pertama yang mengimpor kain dari daerah Timur. Karena terpesona oleh cara mewarnai kain katun India dan kain sutera halus Cina. Meskipun teknik ikat celup itu tampaknya rumit, namun lambat laun kemudian teknik ikat celup ini digunakan dan menyebar di negara Cina dan Peru. Beberapa ahli berpendapat bahwa seni ikat celup ditemukan secara terpisah di berbagai bagian dunia.
Di Indonesia ikat celup ini lebih dikenal dengan istilah jumputan, Kain Jumputan terdapat di daerah Jawa, Bali, Palembang, Kalimantan, dan Toraja. Pembuatan kain dengan teknik ikat celup ini sudah menjadi bagian dai tradisi penduduk setempat, terutama bagi kaum wanita.
Buku ini menguraikan tentang teknik ikat celup dengan berbagai benda interior rumah diantaranya wallhanging dan taplak meja, berbagai kain yang dapat dijadikan bahan busana, dengan berbagai motif kain jumputan, pembuatan pola/desain berbagai T-shirt, rok, dan kerudung.
| 000685 | 746.6 MIL s | My Library (700) | Tersedia |
| 000815 | 746.6 MIL s | My Library (700) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain